Popular posts

Labels

GEJALA ALAM YANG SANGAT PENTING

Selasa, 07 Desember 2010
Posted by Alma Arif
Sebelum kita membahas ke hal yang inti tadi yakni mengenai; kenapa akhir-akhir ini hujan kerap sekali mengguyur bumi tasikmalaya waktu sore hari...??? terlebih dahulu kita membahas dasar teorinya dulu,,supaya lebih paham. Bagi rakyat Indonesia, ada beberapa gejala alam, yang sangat mpengaruhi kehidupannya. Timbulnya gejala itu tidak bisa diminta atau ditolak, Suka ataupun duka rakyat bisa berpangkal dari gejala alam ini. Malahan, corak kehidupannya pun sedikit banyak ditetapkan oleh gejala-gejala ilu. Gejala alam yang dimaksud adalah:


1.I klim;

2.G e m p a;

3.Vulkanisme.


Kita bahas gejala itu selanjutnya satu persatu.


1 k I i m.

Iklim adalah unsur geografis yang paling penting daiarn mempengaruhi perikehidupan manusia.' Sangat pentingnya kedudukan iklim itu adalah atas dasar kenyataan, bahwa manusia tidak bisa menghindarkan diri dari pengaruhnya, dan tidak bisa pula mengendalikannya. Benar, kadang-kadang ada yang berhasil "membuat hujan''. Tetapi, untuk bisa menghasilkan hujan buatan "bahan" hujan di udara harus cukup tersedia. Seandainya manusia benar sudah bisa mengendalikan iklim, bisa menghasilkan hujan buatan tanpa syarat, tentu gurun Sahara dan gurun lainnya kini sudah dapat dijadikan daerah pertanian. Tentu pula musim kering yang melanda Afrika bagian selatan dan Amerika Latin pada tahun 1982 tidak akan berlarut dan meminta korban sedemikian besar. Benar, ada pula yang bisa mengendalikan suhu dalam kamar, tetapi tidak di alam terbuka, dan hanya terbatas sifatnya.


Sifat Dari Iklim Indonesia.

Ada empat sifat dasar iklim Indonesia, yang ditentukan oleh faktor-faktor letak dan sifat kepulauan, yaitu:

1. Suhu rata-rata tahunan tinggi, sebagai akibat daripada letak "dekat" khatulistiwa.

letak dan sifat kepulauan2.

2. Ada hembusan angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau, sebagai akibat daripada perbedaan tekanan udara di daratan Asia dan Australia. Letak Indonesia adalah di antara Benua Asia dan Australia.

3. Bebas dari hembusan Angin Taifun, karena Kepulauan Indonesia sebagian terbesar terletak tidak lebih dari 10 LU atau 10 LS.

4. Radar kelembaban udara senantiasa tinggi, sebagai akibat daripada sifat kepulauan. Luasnya lautan dan selat-selat serta suhu yang selalu tinggi, mengakibatkan jumlah penguapan selalu tinggi pula.


Pada musim kemarau pun dan di tempat yang terkenal paling kering juga kadar keiembaban udara selalu diantara 70 - 80 %.Karena kadar kelembaban udara yang tinggilah lklim Indonesia disebut juga iklim tropik basah.

Disamping kelembaban udara yang tinggi, sifat kepulauan juga meng-akibatkan tidak adanya perbedaan suhu yang besar (ekstrim) antara suhu maksimum dan shu minimum. Laut mencegah adanya suhu ekstrim.


Sifat Unsur-Unsur lklim


1. Gerakan angin.


Gerakan umum angin di Indonesia adalah berupa angin musim.dinamai sesuai dengan arah datangnya. Ada angin Barat (yang datang dari Barat),dan ada angin Timur (datang dari Tirnur). Gerakan angin musim itu sebenarnya berbeda dengan anggapan umum, yang mengatakan bahwa enam bulan angin bergerak dari Australia ke Asia, dan enam bulan lagi bergerak dari Asia ke Australia. Kenyataan menunjukkan bahwa paling tidak, sampai ketinggian tujuh kilometer, arah dan kecepatan angin musim itu tidak tetap, seperti didapatkan oleh Braak.

Disamping gerakan umum angin, ada gerakan angin setempat, berupa :

a. Angin darat, yang berhembus pada pagi hari dari darat ke laut, sedangkan pada tengah hari be'rhembus angin dari laut ke darat. Laut bersuhu lebih rendah daripada daratan pada tengah hari dan lebih tinggi pada waktu subuh. Angin inilah yang dimanfaatkan penangkap ikan tradisional. Pada musim apapun gerakan angin setempat tetap ada, hanya dengan intensita yang berbeda.

b. Angin lembah - angin gunung. Di lembah-lembah pegunungan yang tertutup (terisolir) ada gerakan angin yang arahnya ke atas pada siang hari, karena pemanasan matahari, ssdangkan pada malam hari angin itu "mengendap" karena penurunan suhu sehingga nampak mengakibatkan adanya kabut dan embun pada pagi hari (Inversi Suhu) suhu lapisan udara yang di bawah lebih rendah dari lapisan di atasnya). Pada waktu langit cerah di musim kemarau angin yang mengendap itu begitu rendah suhunya karena menyentuh muka bumi sehingga sampai terjadi pembekuan air. Angin semacam ini sering menimbulkan kerusakan pada perkebunan teh pada musim-musim kemarau yang cerah.

c. Angin terjun. Angin yang telah melintasi pegunungan, kemudian berhembus menuruni lereng. Angin yang bertiup ke arah puncak pegunungan akan berkurang suhunya 0,5 C, setiap naik 100 meter. Sebaliknya angin itu meningkat suhunya, apabila bergerak turun lereng sebesar 0,5 C pula setiap 100 meter turun. (Proses adiabatik perubahan suhu tanpa masukan dari luar). Angin seperti ini terdapat sebenamya di banyak tempat, Tetapi yang terkenal hanya di bebcrapa tempat saja, sehubungan adanya pengamatan dan dengan sifatnya yang merusak tanaman perkebunan.

d. Angin puyuh. Republik Indonesia terletak di luar wilayah hembusan angin Taifun, yang rata-rata berhembus dari 10 LU-10 LS ke arah menjauhi khatulistiwa. Tetapi kadang-kadang, bagian dari Republik Indonesia yang terletak padaujungUtara seperti Kepulauan Sangir Talaud atauujungSelatan seperti Pulau Timor -Rote, bisa juga kena "ekor" angin kencang itu. Tetapi kejadian ini jarang.

Lebih sering dijumpai angin kencang dan berpusing, (angin puting beliung di beberapa daerah) yang sifatnya setempat.


Kerugian yang diakibatkan oleh angin demikian itu cukup besar. Angin puting beliung ini lazimnya berhembus pada bulan-bulan Pancaroba, yaitu bulan Maret - April, atau September - Oktober. Pada saat itu pemanasan setempat cukup tinggi, tetapi di daerah sekitarnya suhu masih di bawah suhu tempat itu, sehingga angin hanyabisa bergerak ke atas dan berputar.


2. Gerakan Suhu.


Suhu di Indonesia tidak berubah karena musim, seperti terjadi pada daerah-daerah yang terletak di luar daerah tropik. Suhu di Indonesia khususnya dan di daerah tropik umumnya, berubah:

a. Dalam waktu 24 jam, atau antara siang dan malam. Suhu tertinggi biasanya tcrdapat antara pukul 14,- 15,. Sedangkan suhu terendah pada pukul 06,00 - 07,00.

b. Menurut ketinggian tempat. Di depan sudah pernah disampaikan, bahwa kalau kita naik 100 meter, suhu turun 0,5 C. Eogor yang letaknya hampir setinggi 300 meter di atas laut, mempunyai suhu rata-rata tahunan kira-kira 1,5 C lebih rendah dari Tanjung periuk, yang letaknya di pinggir laut dengan ketinggian rata-rata 0 m, dan suhu rata-rata tahunan 26 C. Adanya perairan, seperti selat dan laut sangat besarpengaruhnya terhadap pengendalian suhu, sehingga tddak ada terdapat perbedaan suhu terendah dan suhu tertinggi yang sangat besar, sepertimisalnya di Siberia atau Mongolia yang letaknya jauh dari lautan.

3. Curah Hujan.


Banyak sedikitnya jumlah hujann yang jatuh di sesuatu daerah di Indonesia sangat bergantung pada hal-hal di bawah ini :

a. Letak Daerah Konpergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ini merupakan suatu "zone", atau daerah yang lebar, di mana suhu udara sekitarnya, adalah yang tertinggi. Karena itu pula DKAT ini disebut juga akuator termal. Suhu tinggi ini menyebabkan tekanan udara di atas zone itu rendah. Untuk kescmbangan, udara dari daerah yang bertekanan tinggi, bergerak ke daerah dengan tekanan udara rendah ini. Karena daerah bertekanan udara rendah itu adalah juga daerah dengan suhu udara tertinggi, gerakan udara dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan udara rendah itu disertai pula dengan gerakan udara naik, sebagai akibat daripada pemanasan.Gerakan naik daripada udara itu, membawa akibat menurunnya kembali suhu udara tersebut. Udara atau angin yang dalam perjalanannya menuju DKAT melalui per airan yang bariyak. banyak pula mengandung uap air, lebih-lebih pada saat suhunya tinggi. Dengan menurunnya suhu udara tersebut, yang diakibatkan oleh gerakan naiknya di DKAT, sebagian dari uap air yang dikandung akan jatuh sebagai hujan (hujan konveksi).

Letak rata-rata DKAT tiap 14 hari nampak pada Peta No.2 dalam "perjalanannya" dari utara ke selatan.

Akibatnya, pantai barat Sumatera, dari Aceh sampai Bengkulu memperoleh hujan terbanyak pada bulan Nopember, sedangkan Lampung pada bulan Desember. Kalau diperhatikan letaknya pada bulan Januari, pantai utara Jawa, Bali, NTB, NTT mendapat hujan banyak pada bulan Januari itu, sedangkan Sumba dan Timor cenderung mendapat hujan banyak pada bulari Februari. Demikian pula dapat diselusuri jatuhnya hujan pada vaktu DKAT itu sedang "bergerak" ke utara.

b. Bentuk Medan.

Medan berbukit atau bergunung akan memaksa udara atau angin bergerak naik untuk bisa melintasi punggung pegunungan. Inipun mengakibatkan suhu udara turun dan bersama dengan turunnya suhu itu pula kemampuhannya untuk mengandung uap air turun. Tiap naik 100 m, suhu akan turun 0,5 C. Sebagian dari uap air akan jatuh pula sebagai hujan (hujan orografi).

c. Arah Lereng Medan (Exposure).

Lereng medan yang menghadap arah angin akan mendapat hujan

lebih banyak daripada lereng medan yang membelakangi arah angin (bayangan hujan) seperti Kota Palu, Bandung. Kedua kota ini terletak di "balik" bukit dari arah datangnya angin pembawa hujan.

d. Arah Angin Sejajar Arah Garis Pantai.

Kadang-kadang ada terdapat, arah angin itu sejajar dengan arah garis pantai. Akibatnya, suhu udara tidak berubah, dan karena itu pula, hujan tidak jatuh.

Contoh: Pantai utara Jawa, Pulau Madura. Pantai barat Pulau Ball

e. Jarak Perjalanan Angin di atas Medan Datar.

Angin yang membawa hujan, adalah angin yang berhembus dari atas perairan ke arah daratan. Kalau medan datar yang dilalui angin itu lebar, serta sifat permukaannya tidak berubah, hujan mungkin turun pada bagian medan dekat pantai. dan selanjutnya tidak lagi ada hujan.

Contoh gejala ini misalnya terdapat antara Tanjung periuk Cibinong. Karena itu, gejala ini disebut juga Gejala Cibinong.

Di Jakarta bisa ada hujan lebat, dan beberapa saat kemudian juga di Bogor hujan lebat. Tetapi di antara Jakarta dan Bogor, dimana medan masih "datar", tidak ada turun hujan. Kadang-kadang bisa terjadi sebaliknya. Di Cibinong hujan lebat, tetapi di Jakarta dan Bogor, kering. Contoh pertama terjadi pada bulan Januari - Februari, sedangkan yang kedua terjadi pada bulan April-Mei. Pada waktu itu Cibinong yang permukaannya datar dan terletak iauh ke darat lebih tinggi suhunya dari Jakarta atau Bogor. Udara yang lewat Cibinong menjadi tidak mantap, dan hujan pun kadang-kadang turun.

Nah kita dapat menarik kesimpulan bahwa terjadinya hujan akhir-akhir ini di wilayah tasikmalaya dan sekitarnya, yakni dikarenakan oleh letak Daerah Konpergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ini merupakan suatu "zone", atau daerah yang lebar, di mana suhu udara sekitarnya, adalah yang tertinggi daerah bertekanan udara rendah itu adalah juga daerah dengan suhu udara tertinggi, gerakan udara dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan udara rendah itu disertai pula dengan gerakan udara naik, sebagai akibat daripada pemanasan.Gerakan naik daripada udara itu, membawa akibat menurunnya kembali suhu udara tersebut. Udara atau angin yang dalam perjalanannya menuju DKAT melalui per airan yang bariyak. banyak pula mengandung uap air, lebih-lebih pada saat suhunya tinggi. Dengan menurunnya suhu udara tersebut, yang diakibatkan oleh gerakan naiknya di DKAT, sebagian dari uap air yang dikandung akan jatuh sebagai hujan (hujan konveksi). Nah jika suhu udara masih bisa memungkinkan awan menaruh kristal garam/titik-titik air ketika ketinggian tempat yang lebih tinggi, dan yang tentunya terbawa oleh angin, maka ketika awan sudah mengalami titik jenuhnya, karena perubahan suhu yang di akibatkan terbawanya kedaerah yang ketinggiannya sudah mencapai batas titik jenuh awan, kemudian turunlah hujan yang disebut dengan (siklus sedang), kita kaitkan dengan mengapa di Tasikmalaya akhir-akhir ini hujan selalu datang pada waktu sore hari, hal ini dikarenakan suhu yang sudah menjadi rendah akibat matahari sudah condong ke barat, ditambah ketinggian tempat tadi
Contoh simplenya

Awan Pangandaran - naik ke daerah yang lebih tinggi yakni TASIKMALAYA yang terbawa angin - terjadi penurunan suhu akibat ketinggian dan matahari yang sudah condong ke barat/ sudah sore - Awan jenuh - kemudian presipitasi deh../turunnya titik-titik air akibat kondensasi yang sudah mengalami titik jenuhnya. begitu... :-)

SEMOGA BERMAFAAAT


JIKA ADA YANG MAU COMMENT SILAHKAN,,!!!

BEBERAPA GEJALA ALAM PENTING BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Selasa, 23 November 2010
Posted by Alma Arif
Bagi rakyat Indonesia, ada beberapa gejala alam, yang sangat mpengaruhi kehidupannya. Timbulnya gejala itu tidak bisa diminta atau ditolak, Suka ataupun duka rakyat bisa berpangkal dari gejala alam ini. Malahan, corak kehidupannya pun sedikit banyak ditetapkan oleh gejala-gejala ilu. GejaJa alam yang dimaksud adalah :

1.I klim ;
2.G e m p a ;
3.Vulkanisme.

Kita bahas gejala itu selanjutnya satu persatu.

1 k I i m.

  
Iklim adalah unsur geografis yang paling penting daiarn mempengaruhi perikehidupan manusia.' Sangat pentingnya kedudukan iklim itu adalah atas dasar kenyataan, bahwa manusia tidak bisa menghindarkan diri dari pengaruhnya, dan tidak bisa pula mengendalikannya. Benar, kadang-kadang ada yang berhasil "membuat hujan''. Tetapi, untuk bisa menghasilkan hujan buatan"bahan" hujan di udara harus cukup tersedia. Seandainya manusia benar sudah bisa mengendalikan iklim, bisa menghasilkan hujan buatan tanpa syarat, tentu gurun Sahara dan gurun lainnya kini sudah dapat dijadikan daerah pertanian. Tentu pula musim kering yang melanda Afrika bagian selatan dan Amerika Latin pada tahun 1982 tidak akan berlarut dan meminta korban sedemikian besar. Benar, ada pula yang bisa mengendalikan suhu dalam kamar, tetapi tidak di alam terbuka, dan hanya terbatas sifatnya.

5.02. Sifat Dari Iklim Indonesia.
Ada empat sifat dasar iklim Indonesia, yang ditentukan oleh faktor-faktor letak dan sifat kepulauan, yaitu :
1. Suhu rata-rata tahunan tinggi, sebagai akibat daripada letak "dekat" khatulistiwa.
letak dan sifat kepulauan2.
2. Ada hembusan angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau, sebagai akibat daripada perbedaan tekanan udara di daratan Asia dan Australia. Letak Indonesia adalah di antara Benua Asia dan Australia.
3. Bebas dari hembusan Angin Taifun, karena Kepulauan Indonesia sebagian terbesar terletak tidak lebih dari 10 LU atau 10 LS.
4. Radar kelembaban udara senantiasa tinggi, sebagai'akibat daripada sifat kepulauan. Luasnya lautan dan selat-selat serta suhu yang selalu tinggi, mengakibatkan jumlah penguapan selalu tinggi pula.

Pada musim kemaraupun dan di tempat yang terkenal paling kering juga kadar keiembaban udara selalu diantara 70 - 80 %.Karena kadar kelembaban udara yang tinggilah lklim Indonesia disebut juga iklim tropik basah.
Disamping kelembaban udara yang tinggi, sifat kepulauan juga meng-akibatkan tidak adanya perbedaan suhu yang besar (ekstrim) antara suhu maksimum dan shu minimum. Laut mencegah adanya suhu ekstrim.

Geografi Transportasi & Pariwisata

Jumat, 12 November 2010
Posted by Alma Arif
PENGERTIAN PARIWISATA
Secara etimologis: Pariwisata terdiri dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata
- Pari: berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap.
- Wisata: berarti perjalanan, bepergian (travel)

àJadi kata pariwisata diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari satu tempat ke tempat lain (tour).
àKepariwisataan (pengertian jamak): tourisme atau turism.

BEBERAPA BATASAN (DEFINISI) PARIWISATA DARI BEBERAPA AHLI
1. Hans Buchli:
Kepariwisataan adalah setiap peralihan tempat yang bersifat sementara dari seseorang atau beberapa orang, dengan maksud memperoleh pelayanan yang diperlukan oleh lembaga-lembaga yang digunakan.
(pelayanan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri periwisata)

2. Kurt Morgenrith:
Kepariwisataan adalah lalulintas orang-orang yang meninggalkan tempat kediamannya untuk sementara waktu, untuk berpesiar di tempat lain, semata-mata sebagai konsumen dari buah hasil perekonomian dan kebudayaan guna memenuhi kebutuhan hidup dan budayanya atau keinginan yang beraneka ragam dari pribadinya.

3. R. Cluckmann:
Kepariwisataan diartikan sebagai keseluruhan hubungan antara manusia yang hanya berada sementara waktu dalam suatu tempat kediaman dan berhubungan manusia-manusia yang tinggal di tempat itu.

4. Brockman: (melihat pariwisata dari segi aktivitas manusia)
“Pariwisata didefinisikan sebagai penggunaan waktu senggang secara kontruktif dan menyenangkan” …” wisata juga merupakan kegiatan orang beristirahat setelah bekerja, yang mana sering kali memberikan perubahan bagi orang tersebut (selingan, hiburan) dan pemulihan (pengambilan daya kreasi) untuk bekerja kembali”

Salah Wahab:
Mengemukakan bahwa pariwisata hendaknya memperhatikan anatomi darigejala-gejala yang terdiri tiga unsur, yaitu (a) manusia (man), ialah orang yang melakukan perjalanan wisata; (b) ruang (space) yaitu daerah atau ruang lingkup tempat melakukan perjalanan; dan (c) waktu (time) yakni waktu yang digunakan selama dalam perjalanan dan tinggal di daerah tujuan wisata.

àjadi pengertian pariwisata (berdasarkan ketiga unsur tsb) adalah sebagai suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu negara/di luar negeri yang meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu dalam mencari keputusan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya dimana ia memperoleh pekerjaan tetap.

Dari beberapa pengertian/definisi pariwisata tersebut diatas ada faktor-faktor yang sama yang menjadi ciri dari perjalanan pariwisata yaitu:
1. Perjalanan itu dilakukan untuk sementara waktu
2. Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat yang lain.
3. Perjalanan itu, walaupun bentuknya berbeda, harus selalu dikaitkan dengan pertamasyaan atau rekreasi.
4. Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak mencari nafkah (bukan untuk berusaha/business) di tempat yang dikunjunginya dan semata-mata sebagai konsumen di tempat tersebut.

1.1 Sejarah Kepariwisataan
• Pariwisata | Perjalanan | Travel/tourism (Zaman Yunani kuno 600 sm-200m), tokohnya:
-- Socrates, Xenophon, Mahenjo Daro,
Harappa, Alexandria Agung dll
• Pariwisata sebagai sarana saling pengertian-persahabatan, perbaikan ekonomi, penghasil devisa, pemupuk rasa solidaritas-cinta tanah air dan bangsa.
• Istilah pariwisata di Indonesia tahun 1960

Beberapa peristiwa yang layak dicatat dari sejarah perjalanan manusia:
• Uang sebagai alat pembayaran oleh bangsa Sameria di Babylonia ± 4000 SM.
• Jalan raya pertama dibuat di Tiongkok, pada masa pemerintahan Dinasti Chou (221-122 SM).
• Sistem jalan raya ditemukan di Timur Tenga dibangun oleh Kerajaan Persia ± 560-330 SM.
• Nabi Nuh dianggap orang yang pertama kali melakukan perjalanan melalui laut.
• Bangsa Romawi, dianggap sebagai bangsa yang pertama kali melakukan perjalanan untuk bersenang-senang.
• Yunani sebagai daerah tujuan wisata pertama.
• Ephesus 334 SM, Alexander The Great menarik sebanyak 700.000 wisatawan.

Orang yang dianggap sebagi traveller dengan urutan waktu secara kronologis
• Marco Polo (1254-1324) : Eropa → Tiongkok.
• Ibnu Batuta (1325) Tangier – Afrika Utara → Mekah dan Madinah.
• Pangeran Hendry (1394-1460), mengirim orang-orang Portugis berlayar ke Kepulauan Azores, ke Afrika dan ke Asia termasuk Indonesia.
• Christopher Columbus (1451-1506), Spanyol → San Salvador, Cuba, Haiti → Puerto Rico, Kep. Antilen Kecil, Jamaika → Sungai Orinoco, Venezuela
• Akhir abad XV, Portugal menunjuk Alfonso d’Albuqurque, Vasco Da Gama untuk menjelajahi kelima samudera.
• Kapten James Cook (1728-1779), Hebrida baru → Selandia Baru → Australia Bagian Timur

Asal Mula Hari Libur
• Hari Libur / Holyday
- Holy : Suci
- Day : Hari
• Permulaan hari libur umum dilakukan pada zaman Kerajaan Romawi dinamakan Saturnalia.

1.2 Pengertian : Geografi, Pariwisata dan Geografi Pariwisata
• Geografi : ilmu yang menguraikan dan menganalisis variasi ruang keadaan permukaan bumi serta umat manusia yang menempatinya.
• Pariwisata : Segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.
• Geografi Pariwisata : geografi yang berhubungan erat dengan kegiatan pariwisata seperti perhotelan, restoran, toko cendera mata, transportasi, biro jasa di bidang perjalanan, tempat-tempat hiburan, objek wisata, atraksi budaya, dan lain-lain.

1.3 Peranan Geografi Pariwisata
a. Peranan Geografi Pariwisata dalam menunjang Aktivitas Pariwisata.
b. Peranan Geografi Pariwisata Menunjang perhotelan
1.4 Hubungan Geografi Pariwisata dengan Mata Kuliah Lain
a. Mata Pelajaran Guiding
b. Mata Pelajaran Transportasi
c. Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan

Bentuk-bentuk Pariwisata:
a. Menurut Asal Wisatawan
b. Menurut Akibatnya terhadap neraca pembayaran
c. Menurut Jangka Waktu
d. Menurut Jumlah Wisatawan
e. Menurut Alat Angkut yang Dipergunakan

Jenis-jenis pariwisata
- Wisata Budaya
- Wisata Kesehatan
- Wisata Olahraga
- Wisata Komersial
- Wisata Industri
- Wisata Politik
- Wisata Konvensi
- Wisata Sosial
- Wisata Pertanian
- Wisata Maritim (Marina) atau Bahari
- Wisata Cagar Alam
- Wisata Buru
- Wisata Pilgrim
- Wisata Bulan Madu


Syarat Daya Tarik Pariwisata
• Something to see
• Something to do
• Something to buy
• Something to eat

KONSEP DAERAH WISATA
• Daerah wisata adalah tempat atau lokasi yang menjadi tujuan wisata
• Obyek wisata adalah merupakan perwujudan yang diciptakan oleh manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan negara dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

KEGUNAAN REKREASI
• Untuk kesehatan
• Untuk kesehatan mental
• Membentuk character bulding
• Pencegahan kriminalitas
• Untuk pendidikan moral
• Untuk tujuan ekonomi

Manusia Sebagai Makhluk Budaya

Sabtu, 02 Oktober 2010
Posted by Alma Arif
DI SEKITAR KEBUDAYAAN

1. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897).
Para ahli sudah banyak yang menyelidiki berbagai kebudayaan. Dari hasil penyelidikan tersbt timbul dua pemikiran tentang munculnya suatu kebudayaan atau peradaban. Pertama, anggapan bahwa adanya hukum pemikiran atau perbatan manusia (baca kebudayaan) disebabkan oleh tindakan besar yang menuju kepada perbuatn yang sama dan penyebabnya yang sama. Keda, anggpan bahwa tingkat kebudayaan atau peradaban muncul sebagai akibat taraf perkembangan dan hasil evaluasi masing-masing proses sejarahnya. Perlu dicatat bahwa kedua pendapat di atas tidak lepas dari kondisi alamnya ata, dengan kata lain, alam tidak jenuh oleh keadaan yang tidak ada ujung pangkalnya, atau alam tidak pernah bertindak dengan meloncat. Demikian pula proses sejarah bukan hal yang mengikat, tetapi merupakan kondisi ilmu pengetahuan, agama, seni, adat istiadat, dan kehendak semua masyarakat.
Mempelajari pengertian kebudayaan bukan suatu kegiatan yang mudah, mengingat banyaknya batasan konsep dari berbagai bahasa, sejarah, dan sumber bacaannya atau literaturnya, baik yang berwujud ataupun yang abstrak yang secara jelas menunjukkan jalan hidup bagi kelompk orang (masyarakat). Demikian pula dalam pendekatan metode-metodenya sudah banyak disiplin ilmu lain seperti sosiologi, psikoanalisis, psikologi (perilaku) mengkaji bermacam-macam masalah kebudayaan, yang tingkat kejelasannya bergantung pada konsep dan penekanana masing-masing unsur konsepnya. Bahkan adan yang bertentangan dalam hal pertanyaan tentang segi epistemologis dan ontologis. Walaupun demikian, menurut Kluckhohn (1951) hampir semua antropolog Amerika setuju dengan dalili proposisi ayng diajaukanoleh herkovis dalam buknya yang berjudul Man and Hits work tentang teori kebudayaan yaitu :
1. kebudayaan dapat dipelajari.
2. Kebudayaan berasal atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, psikologis, dan komponen sejaarah eksistensi manusia.
3. Kebudayaan mempunyai struktur.
4. Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek.
5. kebudayaan bersifat dinamis.
6. Kebudayaan mempunyai variabel.
7. Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.
8. Kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatr keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya.

HAKEKAT MANUSIA DAN BUDAYA

A. Pengertian manusia
Secara bahsa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah, manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu organisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan setiap orang berasal dari satu lingkungan , baik lingkungan vertikal (genetik tradisi), horizontal, (geografik, fisik, sosial), mapun kesejahteraan. Tat kala seorang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh karena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memnuhi kebutuhna itu bersumber dari lingkungan.
Oleh karena itu, lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri, hal ini dapat dilihat pada gambar siklus hubungan manusia dengan lingkungan sebagai berikut ini.







Gambar diatas menggambarkan bahwa lingkungan dan manusia atau manusia dan lingkungan merpakan hal yang tak terpisahkan sebagai ekosistem, yang dapat dibedakan menjadi:
- Lingkungan alam yang berfungsi sebagai sumber daya alam.
- Lingkungan manusia yang berfungsi sebagai sumber daya manusia.
- Lingkungan buatan yang berfungsi sebagai sumber daya buatan.

B. Pengertian Budaya
Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari bahasa Sansekerta (budhayah) yaitu bentuk jamak dari “budhi” yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa inggris culture. Sedangkan dalam bahasa latindari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, mnyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahl berbagai ilmu sosisal lain. Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut:
E. B. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah: suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusialaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan Linton: 1940, mengartikan budaya dengan: keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan siwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
Adapun Kluckhohn dan Kelly: 1945 berpendapat bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit, maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.
Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengartikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Berdasarkan definisi para ahli tersebut, dapat dinyatakan unsur belajar merupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar.
Dari kerangka tersebut diatas tampak jelas benang merah yang menghubungkan antar pendidikan dan kebudayaan. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiataninti dalam dunia pendidikan.
Selain it terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu:
1. Wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan, dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;
2. aktivitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;
3. wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktivitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

PERWUJUDAN KEBUDAYAAN

JJ. Hogman dalam bukunya “ The World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu ideas, activities, dan artifacts.

Budaya yang bersifat abstrak
Letaknya ada dalam pikiran manusia, misalnya terwujud dalam suatu ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari kebudayaan. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atau harapan bagi manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan.

Budaya yang bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat diamati, disimpan atau di photo. Koentjaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku, bahasa dan materi.

a. Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus megikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
b. Bahasa
bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkapdengan telinga (auditory). Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkan budaya sampai mencapai ketingkat seperti sekarang ini adalah pemakaian bahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berfikir adn berkomunikasi. Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.
c. Materi
Budaya materi adalah hasil dari aktivitas ataa perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian, alat0alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.

Gabungan dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya menyeluruh (culture universal) . terjadinya unsur-unsur budaya tersebut dapat melalui discovery (penemuan atau usaha yang disengaja untuk menemukan hal-hal baru).


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Karena manusia diciptakan untuk menjadi kholifah, sebgaimana dijelaskan pada surat Al-Baqarah: 30
Artinya: Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Oleh karena itu manusia harus mengusai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekhalifahannya disamping tanggung jawab dan etika mora harus dimiliki. Masalah moral adalah yang terpenting, karena “ Kekalnya suatu bangsa ialah selama akhlaknya kekal, jika akhlaknya sudah lenyap, musnah pulalah bangsa itu”
Akhlak dalam syair diatas menjadi penyebab punahnya suatu bangsa, dikarenakan jika akhlak suatu bangsa sudah terabaikan, maka peradaban dan budaya bangsa tersebut akan hancur dengan sendirinya. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tat nilai budaya) sebagai suat kesinambungan yang saling bersinergi.

SEKILAS TENTANG SUMBERDAYA KELAUTAN

Selasa, 28 September 2010
Posted by Alma Arif
Negara kepulauan tropis Indonesia kaya akan beragam sumberdaya laut dan pesisir. Bermacam jenis ikan, burung laut, terumbu karang, mangrove dan biota lainnya hidup di laut yang terbentang diantara ribuan pulau. Berbagai tipe pantai, teluk, gelombang, angin, mineral dan sumberdaya lainnya terhampar luas di pesisir dan laut lepas. Kekayaan sumberdaya tersebut bukan saja menjadi penghidupan bagi penduduk di sekitar laut tapi juga mendatangkan pendapatan dan devisa negara.
Secara teritorial, yuridiksi dan fungsional, laut Indonesia meliputi batas-batas wilayah kedaulatan, pulau-pulau kecil terluar, alur pelayaran, tata ruang kelautan nasional, kawasan konservasi laut dan lingkungan pantai serta lingkungan laut. Dalam batas wilayah dan kawasan tersebut indonesia memiliki kedaulatan untuk mempertahankan laut dan menggelola semua sumberdaya yang ada di dalamnya.
Laut Indonesia dengan berbagai kedalaman, arus permukaan, gelombang dan cekungan merupakan ladang penghasil sumberdaya berbagai mineral dan energi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Mineral logam dan non logam, batu bara, gambut, minyak, gas, dan potensi energi lainnya tersedia di laut lepas dan dapat dieksploitasi untuk kepentingan Indonesia.
Selain menjadi ladang energi dan mineral, laut Indonesia juga menjadi akuarium dunia dengan berbagai jenis ikan, moluska, mamalia laut, burung-burung laut, dan biota lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Terumbu karang, padang lamun, rumput laut tumbuh menghiasi dasar laut dan menjadikan laut Indonesia sebagai tempat berlangsungnya kehidupan berbagai jenis biota. Mangrove yang tumbuh berderet di pantai menjadi pelindung pantai dan kawasan pesisir.
Kehidupan di pesisir dengan aktivitas para nelayan berlayar, menebar jaring, berlabuh dan menjual hasil tangkapan merupakan kesibukan untuk menggerakkan roda perekonomian agar kehidupan sosial dan ekonomi tetap berlangsung. Selain perekonomian nelayan, pesisir juga diramaikan dengan pelayaran, kesibukan pelabuhan, dan kunjungan wisatawan ke berbagai obyek wisata yang ada di laut dan pesisir.
Bebagai informasi sumberdaya tersebut disajikan pada Atlas Sumberdaya Kelautan dalam bentuk peta narasi. Peta menunjukkan lokasi atau persebaran sumberdaya dan narasi memberikan gambaran tentang sumberdaya yang ditampilkan pada peta.